Rabu, 04 Januari 2017

kelemahan dan kelebihan suku bali



Kelemahan dan Kelebihan Suku Bali
Kelebihan:
1.      Tarian suku Bali
Tari Bali tidak selalu bergantung pada alur cerita. Tujuan utama penari Bali adalah untuk menarikan tiap tahap gerakan dan rangkaian dengan ekspresi penuh. Kecantikan tari Bali tampak pada gerakan-gerakan yang abstrak dan indah.Tari-tari Bali yang paling dikenal antara lain pendet, gabor, baris, sanghyang dan legong.
Tari Bali sebagian besar bermakna religius. Sejak tahun 1950-an, dengan perkembangan pariwisata yang pesat, beberapa tarian telah ditampilkan pada kegiatan-kegiatan di luar keagamaan dengan beberapa modifikasi.
2.      Masyarakat
Masyarakat yang ramah kemudian masyarakat suku bali senang bergotong royong mereka mempnyai jiwa social yang sangat tiggi.
3.      Mempunyai tata cara dalam penamaan anak
Suku bali mempunyai cirri khas dalam penamaan anak anak mereka yaitu penamaan sesui dengan urutan kelahiran seperti nama anak pertama Wayan atau Putu dan anak kedua bisa Kadek atau Made kemudia jika laki-laki akan ditambah huruf I didepan nama dan untuk nama perempuan ditambah kata Ni didepan nama.
4.      Memilki banyak hari raya
Suku bali mempunyai banyak hari raya salah satu hari raya yang dijadika hari libur nasional adalah hari raya Nyepi atau tahun  baru hindu.
5.      Tradisi pembutan sejajen untuk upacara adat
Dalam pembuatan sesajen untuk upacara adat atau biasa di sebut gebogan masayarakat suku bali menggunakan anayaman dari bamboo untuk wada sesajen sedangkan isi sesajen berupa ketupat, telur, dan buah serta jajanan khas bali.
6.      Mempunyai tempat ibadah yang unik
Tempat ibadah suku bali atau yang biasa di sebut pura adalah tempat yang sacral ,menurut suku bali karena didalam terdapat candi-candi atau biasa disebut suku bali Padmasana tempat meletakan sesajen.
7.      Makanan khas suku bali
Suku bali mempunyai makanan yang sangat khas seperti : lawar merupakan makanan yang terbuat dari campuran kelapa, daging dan sayur. Ciri khas dari makanan suku bali adalah pedas.
8.      Seni Ukir
Seni ukir pada suku bali sudah sangat terkenal karena hampir semua bangunan dibali terdapat ukiran khas bali.
9.      Masyarakat suku bali sangat mencintai alam
Masyarakat suku bali sangat menctai alam terbukti dengan menolak besae-besaran reklamasi.
10.  Masyarakat bali yang menajaga budaya
Hal ini terbukti dengan adanya lomba-lomba yang bertujuan untuk menjaga budaya bali.



Kelemahan:
1.      Penyebutan huruf T dikalangan masyarakat suku Bali
Masyarakat suku bali tidak bisa mengucapkan T dengan lidah menyentuh gigi pangkal depan.

2.      Gadis suku bali tidak mendapat warisan

Gadis di suku bali tidak mendapatkan warisan karena dianggap anak gadis akan menikah dan mengikuti keluarga dari suainya.

3.      System kasta

Terdapat empat kasta dalam masyarakat Bali yang diambil dari sistem warna, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Dari keempat kasta tersebut yang tertinggi menurut sistem kasta adalah Brahmana, karena dalam buku ke-10 Rig-Veda yang memuat tentang sistem warna tertulis: “golongan Brahmana keluar dari mulut Dewa Brahmana, golongan Ksatria dari tanganya, Waisya dari paha atau perutnya, Sudra keluar dari telapak kakinya”. Karena inilah sistem kasta yang mengadopsi sistem warna, kemudian menganggap golongan Brahmana sebagai yang tertinggi.

4.      Masyarakat suku bali suka berjudi ayam
Masyarakat suku bali gemar berjudi ayam khususnya kalangan orang tua

5.      Masyarakat suku bali dalam menggunakan bahasa
Masyarakat bali menggunkan bahasa-bahsa yang cukup kasar untuk bahasa sehari-hari tetapi hanya sebagian saja yang menggunakan bahasa yang kasar.

6.      Kurang cinta terhadap persatuan suku
Kurang cinta terhadap persatuan antar suku mereka hanya cukup mengenal tanpa mencintai persatuan suku

7.      Kurang toleransi
Kurangnya toleransi terhadap suku lain sehingga suku bali hanya mengenal sesama suku saja
8.      Tidak menyukai suku lain yang meremehkan suku bali
Suku bali tidak menyukai suku lain yang meremehkan suku lain sehingga jika da suku lain yang meremehkan suku bali maka mereka  akan selalu membesar-besarkan masalah yang sebenarnya hanya sepele.
9.      Kurang menguasai bahasa Indonesia
Suku bali kurang mengusai bahasa indonesia karena mereka kurang pergaulan keljuar suku bali.
10.  Menganggap suku bali adalah suku terbaik
Menganggap bahwa suku sendiri paling baik lebih baik dari dari suku-suku lain

Kelebihan dan Kelemahan diri sendiri
Kelebihan :
1.      Pandai masak
Saya pandai masak karena hampir semua orang yang mencicipi masakan yang saya buat mereka mengatakan enak
2.      Pemaaf
Saya adalah tipe orang pemaaf karena menurut saya semua orang bisa melakukan kesalahan yang sengaja aupun tidak disengaja.
3.      Pintar bergaul
Hal ini terbukti dengan saya mempunyai banyak teman baik yang dilingkungan kampus maupun ditempat lain
4.      Optimis
Saya merupakan orang orang yang optimis karena menurut saya semua tantangan bisa dilalui asalkan ada niat.
5.      Setia
Saya merupakan orang yang setia baik setia dengan tugas maupun dengan orang .

6.      Selalu tepat janji
Saya merupakan orang yang selalu tepat dengan janji saya karena menurut saya jika kita berjanji dengan seseorang  maka saya telah berhutang
7.      Romantis
Saya adalah tipe orang yang romantis karena saya suka dengan hal yang bersifat romantis damai.
8.      Penyayang
Saya merupakan orang yang penyayang karena menurut saya semua orang mempunyai hak untuk disayang terlebih kepada anak kecil saya sangat suka anak kecil.
9.      Irit
Saya merupakan orang yang tidak boros atau irit bagi saya uang sangat berharga karena saya dari keluarga yang tidak terlalu punya jadi saya tahu bagaiman sulitnya mencari uang
10.  Tidak membedakan teman
Saya bukan tipe orang yang pemilih dalam berteman jadi saya bisa berteman dengan siapa saja.
Kelemahan :
1.      Curiga
Saya adalah orang yang sangat mudah curiga terhadap orang khususnya orang yang disayang.
2.      Mudah tersinggung
Saya orang yang mudah tersinggung dengan perkataan orang.
3.      Pelupa
Saya adalah orang pelupa jika terlalu banyak yang saya pikirkan  maka saya akan lupa dengan hal-hal lain.


4.      Suka mengatur
Saya adalah tipe orang pengatur karena saya erupakan orang yang egois dan ingin menang sendiri
5.      Tidak konsisten
Saya adalah orang yang tidak konsisten tidak tetap dengan pendirian suka berubah-ubah pendirianya.
6.      Merasa diri paling benar
Hal ini terbukti ketika sedang berdebat dengan teman saya selalu egois yang membuat saya merasa selalu benar
7.      Penakut
Saya termasuk orang yang penakut akan hal-hal yan berbau mistis.
8.      Mudah depresi
Ketika mempunyai banyak pekerjaan ditambah lagi dengan tugas maka pikiran saya akan berantakan dan saya akan depresi
9.      Sifat iri
Saya merupakan orang yang iri dan selalu ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain.
10.  Keras kepala
Saya merupakan orang yang keras kepala jika saya mengatakan tidak maka tidak saya tidak ingin orang menentang pendapat saya

Rabu, 21 Desember 2016

ciri khas penamaan orang bali



Nama orang Bali umumnya diawali dengan sebutan yang mencirikan kasta (wangsa) dan urutan kelahiran. Sebelum saya melanjutkan, disini saya tidak ingin membahas masalah kasta yang sering menjadi pro dan kontra di masyarakat khususnya di Bali.
 Menurut "sastra kanda pat sari", Nama-nama depan khas Bali itu sejatinya tidak lebih sebagai semacam penanda urutan kelahiran sang anak, dari pertama hingga keempat, adalah sebagai berikut:
  1. Anak pertama biasanya diberi awalan “Wayan” diambil dari kata wayahan yang artinya tertua / lebih tua, yang paling matang. Selain Wayan, nama depan untuk anak pertama juga kerap kali digunakan Putu atau Gede. Dua nama ini biasanya digunakan oleh orang Bali di belahan utara dan barat, sedangkan di Bali Timur dan Selatan cenderung memilih nama Wayan. kata “Putu” artinya cucu. Sedangkan “Gede” artinya besar / lebih besar. Dan untuk anak perempuan kadang diberi tambahan kata “Luh” Contoh : I wayan budi mahendra, Ni Putu Erni Andiani, I Gede Suardika, Ni Luh Putu Santhi dll
  2. "Made" diambil dari kata madya (tengah) sehingga digunakan sebagai nama depan anak kedua. Di beberapa daerah di Bali, anak kedua juga kerap diberi nama depan "Nengah" yang juga diambil dari kata tengah. Ada juga yang menggunakan kata “Kadek” merupakan serapan dari “adi” yang kemudian menjadi “adek” yang bermakna utama, atau adik. Contoh: I Kadek Mardika, Ni Made Suasti, Nengah Sukarmi dll
  3. Anak ketiga biasanya diberikan nama depan "Nyoman" atau "Komang" yang  konon diambil dari kata nyeman (lebih tawar) yang mengambil perbandingan kepada lapisan kulit pohon pisang, di mana ada bagian yang selapis sebelum kulit terluar yang rasanya cukup tawar. Nyoman ini konon berasal dari serapan “anom + an” yang bermakna muda.  Kemudian dalam perkembangan menjadi komang yang secara etimologis berasal dari kata uman yang bermakna “sisa” atau “akhir”.  Jadi menurut pandangan hidup kami, sebaiknya sebuah keluarga memiliki tiga anak saja.  Setalah beranak tiga, kita disarankan untuk lebih “bijaksana”. Namun zaman dahulu, obat herbal tradisional kurang efektif untuk mencegah kehamilan, coitus interruptus tidak layak diandalkan, dan aborsi selalu dipandang jahat, sehingga sepasang suami istri mungkin saja memiliki lebih dari tiga anak. Contoh: I Nyoman Indrayudha, Ni Komang Ariyuni dll
  4. Anak keempat : diawali dengan sebutan “Ketut”, yang merupakan serapan “ke + tuut” – ngetut yang bermakna mengikuti mengikuti atau mengekor. Ada juga yang mengkaitkan dengan kata kuno Kitut yang berarti sebuah pisang kecil di ujung terluar dari sesisir pisang. Ia adalah anak bonus yang tersayang. Karena program KB yang dianjurkan pemerintah, semakin sedikit orang Bali yang bertitel Ketut. Itu sebabnya ada kekhawatiran dari sementara orang Bali akan punahnya sebutan kesayangan ini. Contoh: I Ketut Nugraha, Ni Ketut Sudiasih dll
Orang Bali memiliki sebuah tabu bahwa petani tidak boleh menyebut kata tikus, di Bali disebut bikul,  di sawah, karena hal ini bagai mantra yang bisa memanggil tikus. Untuk itu di sawah, orang memanggilnya dengan julukan spesial  ” Jero Ketut”. Ia bermakna tuan kecil. Ini berangkat dari pandangan bahwa tikus bagimanapun juga adalah bagian dari keseimbangan alam.


Bila keluarga berancana gagal, dan sebuah keluarga memiliki lebih dari empat anak? Di sini ada 2 alternatif yang bisa dipakai orang tua untuk memberi nama depan pada anak kelima, keenam, dan seterusnya:
  • nama depan untuk anak kelima dan seterusnya mengulang kembali nama-nama depan sebelumnya sesuai urutannya.
  • Ada orang tua yang sengaja menambahkan kata "Balik" setelah nama depan anaknya untuk memberi tanda bahwa anak tersebut lahir setelah anak yang keempat. Contohnya: I Wayan Balik Suandra. Jadi nama depannya adalah "I Wayan Balik" yang menandakan bahwa dia adalah anak kelima, atau anak yang lahir setelah putaran 1 sampai 4.

Perkembangan TIK



Indonesia pernah menggunakan istilah telematika untuk arti yang sama artinya dengan TIK yang dikenal saat ini. Encarata Dictionary mendeskripsikan telematics telecomunication + information (teknologi+inormasi) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan.
Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran indonesia telah memiliki sejarah yang panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan  penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara
Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Referensi         :


Makanan khas bali (Botok ayam)



Botok ayam
Botok ayam adalah salah satu makanan khas bali, yang berbahan dasar kelapa dan ayam, tetapi daging ayam bisa diganti juga dengan yang lainya seperti udang, ikan dan hati ayam.
Bahan-bahan
1/2 kg ayam (potong kecil)
1/2 butir kelapa muda (parut memanjang)
2 buah tomat hijau (potong dadu kecil)
seduhan air asem jawa(jika suka rasa asam)
secukupnya (gula,garam dan royco)
Bumbu yang dihaluskan
8siung bawang merah
7 siung bawah putih
3 cabai merah
1 ruas kencur

Langkah
Parut kelapa
Haluskan bumbu seperti : bawang merah, bawang putih, cabai
Setelah dihaluskan campur dengan potongan tomat hijau dan parutan kelapa
Kemudian campur dengan ayam yang telah dipotong kecil-kecil, masukan juga air asam jawa dan penyedap rasa. Kemudian bungkus dngan daun pisang.
Tunggu 15-20 menit botok siap dihidangkan.
Selamat mencoba